Tampilkan postingan dengan label Gempa bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gempa bumi. Tampilkan semua postingan

Akibat Tsunami, akibat yg ditimbulkan tsunami


Berikut ini berbagai hal yang ditimbulkan akibat tsunami;
  • Kerusakan Bangunan
Kerusakan Bangunan adalah akibat langsung yang bisa dirasakan ketika terjadi gempa bumi. Kerusakan bangunan bisa berupa kerusakan rumah, gedung-gedung perkantoran, jalan raya, rel kereta api dan lain-lain. Seringkali kerusakan ini disertai timbulnya korban jiwa akibat banyaknya orang-orang yang terperangkap di dalamnya. Kerusakan bangunan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu roboh, rusak berat, dan rusak sedang atau ringan.
  • Timbulnya penyakit
Rusaknya sanitasi akibat gempa bumi, dapat menyebabkan penyakit menular mudah menyebar. Jenis penyakit yang biasanya muncul antara lain infeksi, campak, diare dan ISPA.
  • Munculnya trauma
Tidak jarang gempa bumi (terutama berkekuatan besar) dapat menimbulkan trauma, terutama pada anak-anak. Setelah terjadinya gempa bumi, biasanya anak-anak merasakan tekanan psikologis, seperti perasaan takut berpisah, tacit pada orang lain, takut pada hewan-hewan tertentu, sulit tidur, tidak ada nafsu makan, perut merasa mual, ngompol, menghisap jari dan sering menangis. Hal tersebut merupakan gejala-gejala trauma pada anak akibat tsunami.

Bunyi Tsunami, Fenomena Bunyi Tsunami


Fenomena Bunyi tsunami adalah salah satu hal dari rentetan kejadian gempa. Selain menimbulkan goncangan, gempa bumi juga menghasilkan gelombang bunyi. Gelombang ini disebut sebagai T-phase dan menghasilkan bunyi yang diciptakan oleh gerakan dasar laut.
Pada masa perang dingin, pihak militer Amerika Serikat pernah membuat perangkat mikrophon bawah air yang disebut hidrofon. Alat ini berguna untuk menentuikan titik-titik penceburan peluru kendali yang sedang dicoba oleh Negara-negara lain. Akhirnya, uji coba ini dikembangkan oleh para ilmuwan untuk menentukan bunyi yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Berdasarkan penelitian ternyata pada rentang frekuensi tertentu (10-35 Hz), kekuatan T-phase yang terkeras (energy terbesar)diasilkan oleh gempa bumi yang menimbulkan tsunami yang sangat berisikdi bawah air, seakan-akan dasar laut sedang menangis keras dengan teriakn bernada tinggi.
Tampaknya ini merupakan jalan yang sangat menjanjikan bagi penelitian untuk menentuukan kapan tsunami timbul. Sayangnya, T-phase juga sangat terpengarug oleh bentuk dasar laut ketika gelombang suara merambat dari sumbernya ke perangkat hidrofon. Pulau-pulau, bagian dari benua , gunung dan pegunungan bawah air dengan kuat mempengaruhi T-phase, menjadikan interpretasinya sangat sulit dan memerlukan tempat khusus. Sehingga bunyi tsunami ini juga menjadi gimana gitu.

Penyebab terjadinya tsunami, penyebab tsunami


Berikut ini berbagai macam penyebab terjadinya tsunami. Dengan kata lain, kita akan membahas mengenai berbagai macam penyebab tsunami. Penyebab tsunami tersebut antara lain;
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah salah satu hal yang menyebabkan tsunami. Sebagian besar tsunami, termasuk hamper semua tsunami yang yang bergerak  ke seluruh dasar samudera dengan kekuatan yang merusak disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di dasar samudera sehingga saling menujam. Akibat tujaman itu sebuah bongkahan dari dasar samudera tiba-tiba terdorong ke atas atau tiba-tiba turun. Akibatnya, air laut tiba-tiba terdorong ke atas bila permukaan samudera naik- atau tiba-tiba tersedot- ji9ka permukaan samudera turun- sehingga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami.
Gerakan-gerakan sesar disertai oleh gempa bumi kadang-kadang disebut tsunamigenic earthquake (gempa bumi pemicu tsunami). Sebagian besar tsunami pemicu tsunami itu terjadi di palung-palung besar di samudera., tempat lempeng-lempeng tektonik saling bertabrakan dan saling menindih satu sama lainnya. Bisa saja ketika lempeng-lempeng itu bergerak perlahalahan atau sedikit terangkat, maka hanyua gempa  bumi kecil yang dihasilkannya, namun secara berkala di daerah-daerah tertentu, lama-kelamaan lempeng itu saling berbenturan. Lempeng-lempeng it uterus bergerak; hanya gerakan di bawah palung yang berhenti.
Daerah-daerah yang lempeng-lempengnya berhenti bergerak dikenal sebagai “celah seismic” karena jarang terjadi gempa bumi di tempat itu. Namun, tempat-tempat seperti ini justruberbahaya. Kekuatan-kekuatan di celah ini terus menerus berkumnpul semakin besar shingga mengalahkan kekuatan batuan yang menahan gerakan lempeng itu. Akibatnya terjadi tekanan (atau kompresi ) maha dahsyat yang kemudian memicu gempa bumi yang besar ketika energy itu terlepas, dan menimbulkan tsunami yang besar dan mematikan.
Dari catatan yang ada, kebanyakan tsunami terjadi di Samudera Pasifik. Di daerah ini terdapat cekungan pasifik yang dikelilingi oleh suatu zona pada kerak bumi dengan sifat-sifat yang sangat aktif berupa: palung –palung yang dalam, pulau-pulau vulkanis yang mudah meletus dan rangkaian pegunungan yang dinamis. Seringnya gempa bumi dan letusan gunung bearapi membuat daerah pinggiran Cekungan Pasifik ini menjadi daerah yang secara geologis paling  aktif di bumi.
Tanah Longsor
Tanah longsor adalah salah satu hal yang menyebabkan tsunami. Dengan kata lain, Tsunami dapat juga disebabkan oleh tanah longsor, baik yang terjadi di atas permukaan air laut yang kemudian masuk ke dalam laut, atau tanah longsor yang terjadi di bawah permukaan laut. Tanah longsor bisa disebabkan oleh badai, gempa bumi, hujan, atau bahkan penumpukan sedimen secara terus-menerus pada lereng. Lingkungan tertentu secara khusus mudah terpengaruh oleh terjadinya longsorpenyebab terjadinya tsunami. Sebagai contoh, delta-delta sungai dan lereng curam bawah laut, yang berada di atas ngarai bawah laut, kemungkinan menjadi tempat terjadinya tanah longsor yang menyebabkan tsunami. Pada tahun 1929, tsunami di kepulauan Grand Banks, Newfoundland, kemungkinan besar disebabkan  oleh longsor bawah laut dalam skala besar di paparan benua.
Letusan Gunung berapi
Letusan Gunung berapi juga bisa memicu tsunami. Ini terjadi karena tsunami juga bisa disebabkan oleh letusan gunung berapi yang ada di tengah lautan. Tsunami vulkanik inimemang jarang terjadi, tetapi akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan. Desa-desa, pulau-pulau dan bahkan seluruh peradaban manusia akan lenyap akibat letusan gunung berapi yang menyebabkan terjangan gelombang tsunami tersebut. Alas an utama mengapa tsunami vulkanik dapat mengakibatkan banyak korban jiwa adalah karena jauhnya jarak yang dilaluui tsunami dan kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami sepanjang jalur yang dilaluinya. Sebagai contoh, tsunami karena letusan yang terkenal dari gunung berapidi Pulau Krakatau mengakibatkan banyak korban jiwa sampai radius 120 km, lebih jauh dari radius yang dapat dicapai letusan atau aliran-aliran lavanya.
Sepanjang sejarah, setidaknya telah terjadi 92 tsunami besar yang disebabkian aktivitas gunung berapi. Sekitar 25% dari jumlah ini disebabkan oleh gempa bumi yang menyertai letusan gunung berapi, dan 25% yang lain disebabkan oleh aliran piroklastik yang memengaruhi  air. Sekitar 20% diakibatkan oleh letusan vulkanik bawah laut., sekitar 10% karena runtuhnya kaldera, dan 20% sisanya disebabkan leh berbagai jenis longsoran vulkanik lainnya.
Demikian tadi berbagai macam penyebab tsunami atau penyebab terjadinya tsunami.

Gempa bumi

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam paling misterius bagi umat manusia. Terjadi bisa dengan tiba-tiba dan kapan saja tidak mengenal waktu. Berbeda dengan bencana letusan gunung berapi, yang selalu didahului dengan tanda-tanda gempa bumi sehingga bisa diprediksikan, gempa bumi datang begitu mendadak, tidak lebih dari beberapa detik kejadiannya mampu meruntuhkan bangunan-bangunan sehingga rata dengan tanah. Akibatnya, saat gempa terjadi yang ada Cuma kepanikan dan kegelisahan  tanpa tahu apa yang harus diperbuat.
Sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti saat ini, orang-orang zaman dahulu mempunyai pemikiran bermacam-macam tentang penyebab terjadinya gempa bumi. Orang Mongolia misalnya, mereka percaya setelah bumi selesai diciptakan, Tuhan kemudian meletakkannya di atas punggung seekor katak yang sangat besar. Maka ketika katak bergerak terjadilah gempa bumi. Berbeda dengan pandangan itu, Aristoteles menyatakan bahwa gempa bumi terjadi karena udara yangterkurung di dalam perut bumi ingin keluar. Ketika udara itu benar-benar bisa keluar, bumi pun bersendawa yang kemudian menyebabkan terjadinya gempa bumi. Sementara itu penduduk Sunda di Jawa Barat mempercayai gempa bumi (lin, dalam bahasa Sunda) terjadi karena adanya batu hidup yang terdapat di puncak gunung. Mereka percaya ketika betu itu bergerak akan menyebabkan terjadinya gempa bumi. Di Jepang lain lagi, orang beranggapan di dalam bumi terdapat suatu ikan lele (cat fish) raksasa yang bersemayam di sana. Jika ikan lele ini menggeliat/bergoyang maka akan terjadi gempa bumi, ini ditandai dengan adanya fenomena alam berupa ikan lele yang menyembul ke permukaan air sebelum terjadinya gempa bumi.
Saat ini, setelah ilmu pengetahuan berkembang, apalagi sejak ditemukannya suatu alat untuk mendeteksi getaran bumi yang umum disebut seismograph, maka terjadinya gempa dilihat sebagai gempa fenomena alam biasa. Melalui seismograph maka sejak permulaan abad ke 20 telah dianalisis susunan bagian dalam  bumi. Para ahli juga dapat memetakan jalur-jalur penyebaran gempa bumi di seluruh dunia beserta sifat-sifatnya. Sehingga kita harus mampu merancang bangunan-bangunan yang sesuai dengan karakteristik gempa bumi di mana kita tinggal. Yang perlu diperhatikan bahwa sikap dan tindakan bagaimana menghadapi gempa bumi amatlah penting.