Apakah diare adalah penyakit yang serius?


Diare dapat menjadi penyakit yang serius pada anak jika pengobatan yang tepat  waktu dan tepat guna tidak diberikan. Ini adalah salah satu masalah kesehatan terbesart di Negara-negara berkembang seperti India dan Indonesia. Diare juga penyebab utama kematian dan malnutrisi pada anak kecil.
Dehidrasi dan malnutrisi adalah dampak yang paling berat dari diare. Keduanya dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat jika tidak diobati dengan benar. Jika pengobatan yang benar dan tepat waktu tidak diberikan, anak Anda dapat kehilangan 10-15% berat badan pada setiap episode diare. Hilangnya berat badan dapat menyebabkan malnutrisi atau kekurangan gizi. Malnutrisi itu sendiri dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena lebih banyak episode diare. Oleh karena itu, diare dan malnutrisi dapat menjadi suatu lingkaran setan. Sekitar 25% anak-anak dengan diare berisiko  terkena malnutrisi. Malnutrisi memiliki beberapa dampak negative jangka panjang pada kesehatan anak. Kotak 2 memuat hubungan antara malnutrisi dan diare.
Sekitar 30% kematian pada anak-anak balita di Negara-negara berkembang disebabkan oleh diare. Dari semuanya, sekitar 25% kemnatian disebabkan oleh diare persisten dan 15% oleh disentri.
1.malnutrisi meningkatkan risiko dan tingkat keparahan diare karena :
  • Diare berlangsung lebih lama pada anak yang kurang gizi.
  • Dehidrasi dan berkurangnya berat badan lebih umum terjadi pada anak yang kurang gizi.
  • Risiko kematian akibat dehidrasi adalah 15-20 kali lebih besar pada anak yang kurang gizi dibandingkan pada anak yang sehat.
2.  diare dapat menyebabkan atau memperburuk bentuk ringan dari malnutrisi karena :
  • Diare menyebabkan buruknya penyerapan makanan pada usus.
  • Diare sering menyebabkan menurunnya nafsu makan.
  • Banyak ibu tidak memberikan cukup makanan kepada anak selama diare karena keyakinan bahwa meningkatkan asupan makanan akan memperburuk diare.
Jadi memang diare tidak bisa dianggap sebagai penyakit sepele, dan diare parah harus ditangani dengan serius.

Penyebab Diare


Penyebab Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Parasit adalah makhluk hidup yang hidup dari atau di dalam makhluk hidup lainnya. Mereka mendapat nutrisi dan keuntungan lainnya dengan memberikan dampak buruk pada makhluk hidup yang menjadi inang mereka. Beberapa jenis cacing dapat hidup sebagai parasit di dalam usus  kita dan menyebabkan gejala-gejala seperti diare.
Virus penyebab diare meliputi:
  • Rotavirus :ini adalah penyebab utama dalam usia dua tahun pertama. Ini adalah penyebab paling penting dari diare parah yang mengancam nyawa pada anak-anak kecil.
  • Virus Norwalk: virus ini menyebabkan muntah-muntah dan diare pada anak-anak yang lebih besar
Bakteri penyebab diare meliputi:
  • E.Coli: ini adalah penyebab penting dari diare  cair akut pada orang dewasa dan anak-anak. Bakteri ini biasanya menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi.
  • Vibrio cholera: bakteri ini menyebabkan kolera. Diarenyua bisa parah, menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi dalam waktu beberapa jam, jika cairan dan garam-garam yang hilang tidak segera diganti.
  • Campylobacter jejuni: bakteri ini biasanya menyebabkan diare pada bayi. C. Jejuni juiga menginfeksi hewan, terutama ayam dan anjing. Bakteri ini tersebar melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi atau konsumsi makanan, susu atau air yang terkontaminasi. Sekitar dua pertiga bayi yang terinfeksi C.Jejuni mengalami diare cair sedangkan  yan g lainnya mengalami disentri.
  • Shigella: ini adalah penyebab diare yang paling umum. Bakteri ini juga menyebabkan diare cair. Shigella lazimnya menyebar melaluio transmisi dari orang ke orang.
  • Salmonella: kebanyakan infeksi yang disebabkan oleh salmonella disebabkan oleh konsumsi produk hewani yang terkontaminasi. Bakteri ini biasanya menyebabkan diare cair, tetapi juga dapat menyebabkan disentri.
  • Bakteri lain yang dapat menyebabkan diare mencakup staphylococcus, Bacillus cireus, dan lain-lain.
Parasit penyebab diare mencakup:
Cryptosporidium: parasit ini biasanya menyebabkan penyakit pada bayi dan orang yang mekanisme pertahanan alami tubuhnya buruk. Anak-anak yang sudah lebih besar dan orang dewasa normalnya memiliki investasi asimtomatik. Itu berarti, parasitnya tidak menyebabkan gejala apa pun.
Entamoeba histolytica: parasit ini menyebabkan amebiasis dan biasanya menjangkiti anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa. Infestasi ini biasanya dideteksi melalui pemeriksaan tinja di laboratorium. Parasit ini menyebabkan disentri.
Giardia lamblia: parasit ini menyebabkan giardiasis pada anak kecil. Parasit ini juga dapat menyebabkan diare persisten. Giardiasis dapat dideteksi melalui pemeriksan tinja.
Jadi demikian tadi berbagai macam penyebab diare.

Kapan diare lebih biasa terjadi?


Diare lebih kerap terjadi pada beberapa musim. Variasi musiman berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya. Misalnya pada iklim sedang, diare akibat bakteri lebih umum terjadi pada musim yang hangat, sedangkan diare akibat infeksi virus lebih lazim terjadi pada musim dingin. Pada daerah tropis, diare akibat infeksi virus cenderung terjadi sepanjang tahun, tetapi lebih umum selama musim yang kering dan sejuk. Diare karena infeksi bakteri lebih umum terjadi pada musim hujan yang hangat di daerah tropis.

Penyebab Gempa Bumi


Penyebab Gempa Bumi dapat dibagi menjadi 4 penyebab utama, yaitu runtuhnya gua-gua dalam bumi, gempa buatan, meletusnya gunung berapi, dan kegiatan tektonik. Berikut ini penjelasan mengenai penyebab terjadinya gempa bumi;
1. Aktivitas / Letusan Gunung Berapi (Gempa Vulkanik)
Pada saat gunung berapi meletus seringkali menyebabkan terjadinya gempa bumi yang disebut gempa bumi vulkanik. Penyebab gempa vulkanik ada 3. Pertama, ada persentuhan antara magma dengan dinding gunung berapi. Kedua, adanya tekanan gas saat gunung meletus. Ketiga, akibat adanya perpindahan magma secara mendadak di dalam dapur magma.
                Gempa bumi vulkanik mempunyai kekuatan sangat lemah, yang getarannya biasanya hjanya terasa di wilayah sekitar gunung berapi saja. Akan tetapi, walaupun kecil getarannya tetap harus diwaspadai mengingatadanya gempa bumi vulkanik biasanya merupakan salah satu tanda akan meletusnya gunung berapi. Dan beberapa di antara letusan gunung berapi itu ada yang berpotensi membawa kerusakan yang cukup besar apalagi kalau disertai awan panas. Ada beberapa gunung berapi yang mempunyai sifat letusan yang explosive atau adanya letusan yang sangat dahsyat, tetapi ada gunung berapi meletus hanya mengeluarkan lelehan lava pijar (contohnya seperti gunung Merapi).
2. Runtuhnya Gua Kapur/ Daerah Tambang (Gempa Runtuhan)
                Ketika ilmu tentang gempa bumi belum berkembang, para ahli tempo dulu menduga gempa bumi terjadi akibat runtuhnya gua-gua raksasa yang terdapat dalam bumi. Ternyata setelah diteliti lebih lanjut, dugaan itu sama sekali tidak benar karena keruntuhan seperti itu tidak pernah ada. Kalaupun saja terjadi keruntuhan, hal itu hanya terjadi di daerah bawah tanah (under ground), penggalian batu kapur dan sejenisnya. Akan tetapi, keruntuhan itupun hanya dapat menimbulkan getaran bumi yang sangat kecil dan bersifat setempat (local).
3. Gempa Buatan
Ada aktivitas manusia yang bisa menyebabkan gempa bumi, misalnya percobaan nukliryang getaran gelombangnya bisa menyebabkan terjadinya gempa bumi, gelombang gempa bumi ini bisa menjalar di dalam bumi, sehingga bisa terkam oleh seismograph. Sekarang ini sejak percobaan nuklir dilarang untuk dilakukan, beberapa Negara tetap mencoba percobaan nuklir di bawah tanah, maka untuk itu dibentuk suatu badan Internasional untuk mengawasi percobaan Nuklir di bawah tanah yang bernama CTBTO (Comprehensive Nuclear-Test-Bantraty Organization) yang mempunyai stasiun yang tersebar di seluruh dunia.
4. Gempa Tektonik
Gempa bumi tektonik disebabkan pergeseran lempeng-lempeng tektonik yang ada di lapisan kerak bumi. Pergeseran itu kemudian menghasilkan gaya tektonik yang kemudian mendorong, akibatnya bagian yang paling lemah akan patah. Peristiwa inilah kemudian disebut dengan gempa bumi. Pertemuan lempeng ini juga menimbulkan terbentuknya deretan gunung sepanjang pertemuan itu, dan di dalam lempeng juga bisa timbul patahan-patahan batuan (faults) akibat dari tarikan dan tekanan dari pergerakan lempeng-lempengbatuan penyusun kerak bumi. Hampir 90% gempa bumi disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik ini.
Proses kejadian serta jalur pusat-pusat gempa bumi tektonik di seluruh dunia dapat dijelaskan dengan suatu teori dalam Ilmu Kaji Bumi (Geologi)yang dinamakan Lempeng Tektonik (Plate Tectonic).
Jadi demikian tadi penyebab terjadinya gempa Bumi.

Cara Diare Menyebar, Penyebaran Diare


Cara Diare Menyebar atau Penyebaran Diare dimulai dari kuman penyebab diare yang biasanya menyebar melalui rute faecal-oral. Ini artinya dari tinja seseorang yang terinfeksi  kuman ke mulut orang yang tidak terinfeksi. Transmisi melalui rute ini mencakup:
  • Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk air
  • Kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya
  • Kontak langsung dengan tinja yang terinfeksi
Penyebaran diare melalui praktik-praktik yang tidak higienis, seperti menyiapkan makanan dengan tangan yang belum dicuci setelah buang air atau membersihkan tinja seorang anak, atau membiarkan seorang anak bermain di daerah di mana ada tinja yang terkontaminasi.
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko diare.
faktor lingkungan terhadap diare
  • Pasokan air tidak memadai
  • Air terkontaminasi tinja
  • Fasilitas kebersihan kurang
  • Kebersihan pribadi buruk. Misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air dan setelah menangani tinja ketika menghidangkan makanan.
  • Kebersihan rumah buruk. Misalnya tidak membuang tinja anak di WC.
  • Metode penyiapan dan penyimpanan makanan tidak higienis. Misalnya makanan dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu atau tidak menutup makanan yang telah dimasak. Makanan yang disimpan pada suhu ruangan lebih mudah terkontaminasi. Juga, bakteri dapat tumbuh dengan cepat pada makanan yang disimpan pada suhu ruang selama beberapa jam
Praktik penyapihan yang buruk:
  • Pemberian susu eksklusif dihentikan sebelum bayi berusia 4-6 bulan dan memulai pembnerian susu melalui botol.
  • Berhenti menyusui sebelum anak berusia setahun. Risiko beberapa jenis diare berkurang pada bayi-bayi yang disusui setidaknya sampai usia setahun
Faktor individu terhadap diare
  • Kurang gizi. Frekuensi, durasi dan keparahan diare lebih tinggi pada anak-anak yang kurang gizi. Mereka juga lebih berisiko untyuk mengalami komplikasi diare
  • Buruk atau berkurangnya mekanisme pertahanan alami tubuh. Misalnya, diare lebih lazim terjadi pada anak-anak, baik yang mengidap campak atau yang mengalami campak sampai sebulan sebelumnya atau sedang menjalani pengobatan yang mengurangi mekanisme pertahanan alami tubuh.
  • Produksi asam lambung berkurang
  • Gerakan pada usus berkurang, yang memengaruhi aliran makanan yang normal.
Dengan demikian kita patut waspada terhadap penyebaran diare dan cara diare menyebar.

Pusat Gempa Bumi


Pusat Gempa Bumi pada saat terjadinya gempa, biasanya Bada Meteorologi dan Geofisika (BMG) langsung mengumumkan letak pusat gempa. Apa sebenarnya pusat gempa bumi itu?
Meskipun sering pusat gempa bumi digambarkan/diwakili dengan suatu titik tetapi sebenarnya gempa bumi yang terjadi merupakan suatu area (daerah patahan). Penggambaran titik (dot) yang mewakili asal  mula sumber di mana  pertama kali energy dilepaskan. Pusat gempa bumi dikenal dengan hiposentrum (hypocentre), yaitu tempat terjadinya perubahan lapisan batuan atau dislokasi di dalam bumi sehingga menimbulkan gempa bumi. Hiposentrum memuat data Lintang dan Bujur gempa ditambah kedalaman dari gempa bumi tersebut. Sedangkan episentrum (epicenter) adalah posisi gempa tegak lurus terhadap hiposentrum ditarik ke permukaan bumi digambarkan dengan letak LIntang dan Bujur bumi.
                Berdasarkan kedalaman gempa dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:
  1. Kedalaman dangkal, biasanya gempa bumi yang terjadi pada kedalaman di bawah 60 km dan biasanya yang disebut  dengan normal untuk gempa-gempa yang mempunyai kedalaman 33 km.
  2. Kedalaman menengah, untuk gempa-gempa yang mempunyai kedalaman 60 sampai dengan 300 km di bawah permukaan bumi
  3. Kedalaman dalam, untuk gempa-gempa yang mempunyai kedalaman lebih dari 300 km. gempa yang terdalam yang pernah dicatat mempunyai kedalaman 700 km.
Rata-rata gempa bumi terletak pada kedalaman 25-33 km, dan berangsur ke bawah tidak lebih dari 700 km. Semakin dangkal pusat gempa bumi maka kekuatannya semakin besar. Maka gempa bumi dangkal akan lebih banyak menyebabkan kerusakan bila disbanding gempa bumi dalam.
Pusat  gempa bumi ini bisa terjadi di daratan maupun di dasar laut. Bila hiposentrum terletak di dasar laut dengan kekuatan yang besar maka getaran gempa bumi yang terjadi dapat menimbulkan gelombang air pasang yang sangat besar dengan ketinggian mencapai puluhan meter. Gelombang air laut yang besar seperti ini dinamakan tsunami, bersifat sangat merusak dan dapat memporak-porandakan segala sesuatu yang diterjangnya di tepi pantai. Jadi memang pusat gempa bumi memang patut dipelajari.

Gempa bumi

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam paling misterius bagi umat manusia. Terjadi bisa dengan tiba-tiba dan kapan saja tidak mengenal waktu. Berbeda dengan bencana letusan gunung berapi, yang selalu didahului dengan tanda-tanda gempa bumi sehingga bisa diprediksikan, gempa bumi datang begitu mendadak, tidak lebih dari beberapa detik kejadiannya mampu meruntuhkan bangunan-bangunan sehingga rata dengan tanah. Akibatnya, saat gempa terjadi yang ada Cuma kepanikan dan kegelisahan  tanpa tahu apa yang harus diperbuat.
Sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti saat ini, orang-orang zaman dahulu mempunyai pemikiran bermacam-macam tentang penyebab terjadinya gempa bumi. Orang Mongolia misalnya, mereka percaya setelah bumi selesai diciptakan, Tuhan kemudian meletakkannya di atas punggung seekor katak yang sangat besar. Maka ketika katak bergerak terjadilah gempa bumi. Berbeda dengan pandangan itu, Aristoteles menyatakan bahwa gempa bumi terjadi karena udara yangterkurung di dalam perut bumi ingin keluar. Ketika udara itu benar-benar bisa keluar, bumi pun bersendawa yang kemudian menyebabkan terjadinya gempa bumi. Sementara itu penduduk Sunda di Jawa Barat mempercayai gempa bumi (lin, dalam bahasa Sunda) terjadi karena adanya batu hidup yang terdapat di puncak gunung. Mereka percaya ketika betu itu bergerak akan menyebabkan terjadinya gempa bumi. Di Jepang lain lagi, orang beranggapan di dalam bumi terdapat suatu ikan lele (cat fish) raksasa yang bersemayam di sana. Jika ikan lele ini menggeliat/bergoyang maka akan terjadi gempa bumi, ini ditandai dengan adanya fenomena alam berupa ikan lele yang menyembul ke permukaan air sebelum terjadinya gempa bumi.
Saat ini, setelah ilmu pengetahuan berkembang, apalagi sejak ditemukannya suatu alat untuk mendeteksi getaran bumi yang umum disebut seismograph, maka terjadinya gempa dilihat sebagai gempa fenomena alam biasa. Melalui seismograph maka sejak permulaan abad ke 20 telah dianalisis susunan bagian dalam  bumi. Para ahli juga dapat memetakan jalur-jalur penyebaran gempa bumi di seluruh dunia beserta sifat-sifatnya. Sehingga kita harus mampu merancang bangunan-bangunan yang sesuai dengan karakteristik gempa bumi di mana kita tinggal. Yang perlu diperhatikan bahwa sikap dan tindakan bagaimana menghadapi gempa bumi amatlah penting.