Bunyi Tsunami, Fenomena Bunyi Tsunami


Fenomena Bunyi tsunami adalah salah satu hal dari rentetan kejadian gempa. Selain menimbulkan goncangan, gempa bumi juga menghasilkan gelombang bunyi. Gelombang ini disebut sebagai T-phase dan menghasilkan bunyi yang diciptakan oleh gerakan dasar laut.
Pada masa perang dingin, pihak militer Amerika Serikat pernah membuat perangkat mikrophon bawah air yang disebut hidrofon. Alat ini berguna untuk menentuikan titik-titik penceburan peluru kendali yang sedang dicoba oleh Negara-negara lain. Akhirnya, uji coba ini dikembangkan oleh para ilmuwan untuk menentukan bunyi yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Berdasarkan penelitian ternyata pada rentang frekuensi tertentu (10-35 Hz), kekuatan T-phase yang terkeras (energy terbesar)diasilkan oleh gempa bumi yang menimbulkan tsunami yang sangat berisikdi bawah air, seakan-akan dasar laut sedang menangis keras dengan teriakn bernada tinggi.
Tampaknya ini merupakan jalan yang sangat menjanjikan bagi penelitian untuk menentuukan kapan tsunami timbul. Sayangnya, T-phase juga sangat terpengarug oleh bentuk dasar laut ketika gelombang suara merambat dari sumbernya ke perangkat hidrofon. Pulau-pulau, bagian dari benua , gunung dan pegunungan bawah air dengan kuat mempengaruhi T-phase, menjadikan interpretasinya sangat sulit dan memerlukan tempat khusus. Sehingga bunyi tsunami ini juga menjadi gimana gitu.

Tanda-tanda terjadinya tsunami


Tanda-tanda terjadinya tsunami sangat beragam. Namun ada beberapa hal yang bisa kita pantau untuk mengetahui tanda-tanda tsunami, berikut ini adalah tanda-tanda terjadinya tsunami;
  • Terjadigempa bumi di tengah laut dengan kekuatan yang besar.
  • Permukaan air pantai tiba-tiba surut.
  • Munculnya ombak kuat yang tidak seperti biasanya.
  • Terdengar suara gemuruh/ ledakan dari tengah laut.
  • Tercium bau garamyang menyengat.
  • Kecepatan Tsunami

Kecetapan tsunami

Bila terjadi di lautan dalam tsunamibisa bergerak tanpa disadari dari permukaan laut. Ia bisa bergerak dengan kecepatan hingga 800 kilometer/jam, melintasi seluruh lautan hanya dalam satu hari atau kurang. Para ilmuwan bisa memperhitungkan kedatangannya di berbagai tempat di dunia berdasarkan data-data waktu terjadinya gempa, kekuatannya , kedalaman air, serta jaraknya. Nah setelah mengetahui kecepatan tsunami dan tanda-tanda tsunami, sebaiknya jika kita mengetahui terjadinya tsunami, ada baiknya menyelamatkan diri.

Fenomena Cahaya Misterius Tsunami


Fenomena Cahaya Misterius Tsunami adalah salah satu kejadian menjelang tsunami yang terjadi di beberapa tempat. Ketika terjadi tsunami biasanya muncul cahaya misterius. Para ahli belum dapat menyimpilkan penyebab cahaya tsunami itu, apakah dihasilkan oleh puncak gelombang tsunami, palung atau bagian depan gelombang. Dr. C. D. Mobley, seorang ahli dibidang efek optic dan air memperkirakan bentuknya cahaya itu mirip dengan terbentuknya”cakar kucing” (a cat’s paw) di permukaan air. Pada hari yang cerah cerah, cakar kucing tersebut tampak lebih gelap dari air yang belum terpengaruh permukaan air memantulkan cahaya langit biru yang lebih tua.
Berikut kasus munculnya efek cahaya tsunami.
Pantai Sanriku Jepang
Efek cahaya tsunami juga telah diamati pada malam hari, ketika tsunami itu dihasilkan oleh suatu mekanisme yang sama sekali berbeda. Pada tengah malam tanggal 3 Maret 1993, pantai Sanriku di Jepang dihantam gelombang tsunami setinggi 22,5 meter yang membawa malapetaka. Satu aspek luar biasa dari tsunami ini adalah bahwa beberapa gelombangnya berkilauan ketika mendekati pesisir. Suatu cahaya yang kuat tampak terpencar dari permukaan air ketika gelombang tsunami menghantam di dekat bibir Teluk Kamaishi. Penjelasan yang masuk akal dari fenomena ini adalah bahwa air yang bergolak, yang dihasilkan oleh majunya bagian depan gelombang, telah merangsang organism-organisme yang sangat kjecil yang disebut dinoflagellata, yang memiliki kemampuan menghasilkan cahaya biologis atau bersifat “bioluminescence”. Din oflagellata secara serempak “menyala” sebagai reaksi atas tsunami sehingga menghasilkan cahaya kuat, seperti yang disaksikan para pengamat.
Pulau Kuril tahun 1994
Di Punalu, tepatnya di sebelah timur laut pantai Pulau O’ahu, delorez Martinez telah mendengar peringatan tsunami dan mengevakuasi rumah pantainya ke daratan yang lebih tinggi. Ketika dia berdiri dengan tetangganya di titik pengawasan sekitar 40,5 meter di atas permukaan laut untuk menunggu datangnya tsunami, dia mulai memkbuat sebuah rekaman video kearah samudera. Di dalam rekamannya Nampak bayangan gelap di ufuk yang meluas begitu cepat ke segala arah. Setelah beberapa menit, bayangan itu berpindah dari ufuk dan permukaan lautyang cerah itu tampak berbalikdengan kecepatan 1.120 km per jam. Bayangan itu tampak jelas dengan mata telanjang sehingga membuat para pengamat itu benar-benar terkesan dengan kecepatannya saat mendekati pantai.
Sebagai latar belakang rekaman, terdengar suara penyiar radio yang memberitakan tentang kejadian tsunami dan waktunya, “Sekarang sudah pukul 10.44 dan gelombang diperkirakan akan menghantam pada pukul 10.52” –bayangan itu tiba tepat sesuai dengan yang diperkirakan.
Saat bayangan gelap itu mendekati pantai, para pengamat menjadi begitu cemas sehingga mereka mematikan kameranya dan memanjat ke tempat yang lebih tinggi. Dari sudut pandang mereka sangat tidak mungkin memastikan berapa tinggi gelombang tersebut , tetapi ukuran dan kecepatan bayangan itu menakutkan. Dari video, terlihat bayangan yang memiliki lebar sekitar 1,6 km itu bergerak dengan kecepatan sekitar 160 km per jam mendekati pantai. Kemudian setelah mencapai tempat yang dangkal yang banyakj terdapat batu karang bayangan itu pun menghilang. Lebih dari 90 menit itu kemudian, muncul lagi bayangan tambahan yang terlihatdengan jarak waktu sekitar 20 menit. Semua menghempas dari ufuk dengan kecepatan tinggi, tetapi tidak ada satupun yang selebar bayangan pertama.
Pantai O’ahu
Saat itu, dua perwira dari badan Pertahanan Sipil Honolulu, David Kinolau dan Craig Huish , sedang berdiri di sebuah batu karang, memandang kearah samudera di sebelah utara pantai O’ahu ketika mereka melihat sebuah bayangan bergerak kearah mereka dan kemudian menghilang kea rah pesisir. Sementara itu, Susan Kennedy sedang berada di apartemennya di Honolulu, sekitar 78 meter di atas permukaan air laut. Dia sedang memandang ke pantai arah barat daya, bersamaan waktu datangnya tsunami. Saat itu, dia melihat sebuah bayangan di dekat ufuk dengan sisi depan dan belakangnya tampak seperti garis lurus sejajar dengan ufuk. Adapun Ian Walters sedang berada di rumahnya di sebelah selatan Diamond Head. Dia sedang memandang kea rah samudra dari ketinggian sekitar 60 meter ketika terlihat sebuah bayangan gelap tampak di mana-mana.” Bayangan ini juga meluas menyebar ke seluruh ufuk dalam satu bentuk garis lurus. Ketika mendekati pesisir, bayangan tersebut menghilang setelah menghempas di pantai berbatu karang.
Jadi Fenomena Cahaya Misterius Tsunami memang cukup mengejutkan bagi sebagian orang.

Gelombang tepi, pengertian gelombang tepi tsunami


Gelombang tepi adalah gelombang kecil yang sampai ke pantai. Terkadang, gelombang ini dianggap sebagi kewajaran oleh penduduk sekitar pantai, tetapi tanpa disadari beberapa jam kemudian dengan secara tak terduga daerah tersebut dibanjiri oleh gelombang-gelombang tsunami yang lebih besar.
Berikut beberapa kejadian tsunami yang diawali dengan adanya gelombang tepi:
Pada tanggal 25 April 1992, gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter terjadi di pantai California bagian utara, dekat tanjung Mendocino. Dengan terangkatnya dasar laut maka timbulah tsunami. Gelombang-gelombang tsunami kecil tercatat di sepanjang pantai-pantai California dan Oregon dan hingga sejauh Hawai.
Di Trinidad, sekitar 96 km utara episentrum, dua orang nelayantelah begitu dekat dengan tsunami. Yang seorang berusaha meluncurkan perahunya dari trailer mobilnya ketika “gelombang setinggi 1,8 meter meluap hingga di bawah mobilnya.” Nelayan kedua berusaha menaikkan perahunya ke atas trailernya ketika gelombang menggenangi perahunya. Maka, dengan terpaksa kedua nelayan itu harus menarik mobil dan dan trailernya ke luar dari pasir. Jadi gelombang tepi terkadang cukup penting untuk diperhatikan.

Mega tsunami

Mega tsunami adalah tsunami yang mencapai ketinggian lebih dari 100 meter, bahkan tsunami  besar di Alaska yang mencapai tinggi 520 meter. Terakhir kali mega tsunami terjadi kira-kira 4000 tahun yang lalu. Berdasarkan catatan ahli geologi, mega tsunami biasanya disebabkan oleh tanah longsor dalam skala besar, seperti runtuhnya sebuah pulau ke laut atau samudera.
Bila terjadi di tengah lautandalam, mega tsunami hamper tidak dapat dirasakn dan permukaan laut hanya naik vertical skitar 1 meter, pada wilayah yang sangat luas , bisa mencapai hingga ratusan kilometer . namun, ketika energy yang dihasilkannya mencapai laut yang dangkal dapat mengakibatkan gelombang yang sangat tinggi.

Penyebab terjadinya tsunami, penyebab tsunami


Berikut ini berbagai macam penyebab terjadinya tsunami. Dengan kata lain, kita akan membahas mengenai berbagai macam penyebab tsunami. Penyebab tsunami tersebut antara lain;
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah salah satu hal yang menyebabkan tsunami. Sebagian besar tsunami, termasuk hamper semua tsunami yang yang bergerak  ke seluruh dasar samudera dengan kekuatan yang merusak disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di dasar samudera sehingga saling menujam. Akibat tujaman itu sebuah bongkahan dari dasar samudera tiba-tiba terdorong ke atas atau tiba-tiba turun. Akibatnya, air laut tiba-tiba terdorong ke atas bila permukaan samudera naik- atau tiba-tiba tersedot- ji9ka permukaan samudera turun- sehingga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami.
Gerakan-gerakan sesar disertai oleh gempa bumi kadang-kadang disebut tsunamigenic earthquake (gempa bumi pemicu tsunami). Sebagian besar tsunami pemicu tsunami itu terjadi di palung-palung besar di samudera., tempat lempeng-lempeng tektonik saling bertabrakan dan saling menindih satu sama lainnya. Bisa saja ketika lempeng-lempeng itu bergerak perlahalahan atau sedikit terangkat, maka hanyua gempa  bumi kecil yang dihasilkannya, namun secara berkala di daerah-daerah tertentu, lama-kelamaan lempeng itu saling berbenturan. Lempeng-lempeng it uterus bergerak; hanya gerakan di bawah palung yang berhenti.
Daerah-daerah yang lempeng-lempengnya berhenti bergerak dikenal sebagai “celah seismic” karena jarang terjadi gempa bumi di tempat itu. Namun, tempat-tempat seperti ini justruberbahaya. Kekuatan-kekuatan di celah ini terus menerus berkumnpul semakin besar shingga mengalahkan kekuatan batuan yang menahan gerakan lempeng itu. Akibatnya terjadi tekanan (atau kompresi ) maha dahsyat yang kemudian memicu gempa bumi yang besar ketika energy itu terlepas, dan menimbulkan tsunami yang besar dan mematikan.
Dari catatan yang ada, kebanyakan tsunami terjadi di Samudera Pasifik. Di daerah ini terdapat cekungan pasifik yang dikelilingi oleh suatu zona pada kerak bumi dengan sifat-sifat yang sangat aktif berupa: palung –palung yang dalam, pulau-pulau vulkanis yang mudah meletus dan rangkaian pegunungan yang dinamis. Seringnya gempa bumi dan letusan gunung bearapi membuat daerah pinggiran Cekungan Pasifik ini menjadi daerah yang secara geologis paling  aktif di bumi.
Tanah Longsor
Tanah longsor adalah salah satu hal yang menyebabkan tsunami. Dengan kata lain, Tsunami dapat juga disebabkan oleh tanah longsor, baik yang terjadi di atas permukaan air laut yang kemudian masuk ke dalam laut, atau tanah longsor yang terjadi di bawah permukaan laut. Tanah longsor bisa disebabkan oleh badai, gempa bumi, hujan, atau bahkan penumpukan sedimen secara terus-menerus pada lereng. Lingkungan tertentu secara khusus mudah terpengaruh oleh terjadinya longsorpenyebab terjadinya tsunami. Sebagai contoh, delta-delta sungai dan lereng curam bawah laut, yang berada di atas ngarai bawah laut, kemungkinan menjadi tempat terjadinya tanah longsor yang menyebabkan tsunami. Pada tahun 1929, tsunami di kepulauan Grand Banks, Newfoundland, kemungkinan besar disebabkan  oleh longsor bawah laut dalam skala besar di paparan benua.
Letusan Gunung berapi
Letusan Gunung berapi juga bisa memicu tsunami. Ini terjadi karena tsunami juga bisa disebabkan oleh letusan gunung berapi yang ada di tengah lautan. Tsunami vulkanik inimemang jarang terjadi, tetapi akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan. Desa-desa, pulau-pulau dan bahkan seluruh peradaban manusia akan lenyap akibat letusan gunung berapi yang menyebabkan terjangan gelombang tsunami tersebut. Alas an utama mengapa tsunami vulkanik dapat mengakibatkan banyak korban jiwa adalah karena jauhnya jarak yang dilaluui tsunami dan kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami sepanjang jalur yang dilaluinya. Sebagai contoh, tsunami karena letusan yang terkenal dari gunung berapidi Pulau Krakatau mengakibatkan banyak korban jiwa sampai radius 120 km, lebih jauh dari radius yang dapat dicapai letusan atau aliran-aliran lavanya.
Sepanjang sejarah, setidaknya telah terjadi 92 tsunami besar yang disebabkian aktivitas gunung berapi. Sekitar 25% dari jumlah ini disebabkan oleh gempa bumi yang menyertai letusan gunung berapi, dan 25% yang lain disebabkan oleh aliran piroklastik yang memengaruhi  air. Sekitar 20% diakibatkan oleh letusan vulkanik bawah laut., sekitar 10% karena runtuhnya kaldera, dan 20% sisanya disebabkan leh berbagai jenis longsoran vulkanik lainnya.
Demikian tadi berbagai macam penyebab tsunami atau penyebab terjadinya tsunami.

Dehidrasi, Pengertian Dehidrasi, Definisi Dehidrasi


Pengertian Dehidrasi atau definisi dehidrasi atau dehidrasi adalah kehilangan cairan tubuh secara berlebihan. Biasanya dehidrasi disebabkan oleh diare atau muntah-muntah. Secara khusus dehidrasi merupakan kondisi yang serius pada anak-anak karena panjangnya usus dan permukaan dinding dinding usus yang lebiih besar pada anak-anak. Semakin besarnya area yang harus dilewati cairan, semakin besar kwehilangan cairan dari dalam tubuh. Inilah sebabnya seorang anak daptat kehilangan cairan yang sama banyaknya dengan orang dewasa dalam satu episode diare. Karena total berat badan anak lebih kecil, kehilangan cairan jauh lebih berbahaya pada anak-anak.
Dehidrasi menyebabkan hilangnya cairan dan elektrolit, seperti natrium, klorida, kalim, dll dari dalam tubuh.
Bagaimana dehidrasi terdeteksi pada anak-anak?
Dehidrasi terjadi ketika seorang anak yang mengalami diare dan atau muntah-muntah kehilangan sekitar 6-9% dari total berat badannya. Dehidrasi parah terjadi ketika lebih dari 10% dari total berat badan anak hilang.
Gejala dehidrasi dapat Anda cermati dalam kotak 3. Untuk mendeteksi terjadinya dehidrasi, dokter nAnda akan mengajukan beberpa npertanyaan berikut:
  • Frekuensi buang air, volume dan kepadatannya
  • Frekuensi muntah-muntah, jika ada dan volume juga kepadatannya
  • Rasa haus jika anak cukup besar untuk minta minum
  • Volume buiang air kecil sejak dimulainya diare
Sebagai tambahan, dokter akan mencari tampilan umum, seperti mata yang cekung, kekeringan pada mulut dan lidah, serta kecepatan napas dan tipe napas.
Dokter akan memeriksa elastisitas kulit. Elastisitas normal akan hilang ketika dehidrasi terjadi. Ia juga akan mengukur detak nadi, untuk mendeteksi apakah detaknya sangat cepat atau lambat dan melihat melesaqknya fontanel pada bayi yang masih kecil. Fontanel adalah daerah yang lembut di ubun-ubun bayi, yakni daerah pertwmuan tulang tengkorak yang belum menyatu dengan sempurna.
Gejala-gejala dehidrasi
Dehidrasi ringan:
  • Meningkatnya rasa haus
  • Kegelisahan atau rewel
  • Menurunnya elastisitas kulit
  • Mulut dan lidah kering
  • Mata yang kering karena tidak adanya air mata
  • Mata yang cekung
Dehidrasi parah
  • Tangan dan kaki yang dingin dan lembab
  • Anak yuang terlihat lemah, tidak sadar, atau lemas
  • Ketidakmampuan untuk minum
  • Hilangnya elastisitas kulit secara sepenuhnya
  • Tidak adanya air mata
  • Lapisan lender yang sangat kering pada mulut
  • Pengurangan volume air seni yang parah atau tidak adanya air seni
Jadi demikian tadi ulasan mengenai Pengertian Dehidrasi atau definisi dehidrasi atau dehidrasi.